Jumat, 04 Mei 2012

PENYAKIT TBC


PENDAHULUAN
Kesehatan adalah kebutuhan dasar bagi semua orang dimanapun berada. Dahulu kala pelayanan kesehatan lebih perhatian kepada masalah sakit atau penyakit yang dialami oleh penderita untuk dilakukan penyembuhan sampai penderita menjadi sehat kembali. Tanpa memperhatikan lagi bahwa penyakit tersebut dapat kambuh kembali dikemudian hari. Konsep pencegahan dan pemeliharaan yang ada kurang diperhatikan oleh petugas kesehatan, hal ini diserahkan kepada teman sejawat yang peduli akan pencegahan yang mana profesionalisme, keadaan sosialnya masih rendah untuk meningkatkan pengadaan air bersih dan sanitasi, pemberian vaksin dalam mencegah penyakit dan penyuluhan ke masyarakat apa yang mereka harus lakukan dan apa yang tidak perlu dilakukan agar menjadi lebih sehat. Sebetulnya kesehatan dapat dipromosikan secara baik di manapun. Tempat pelayanan kesehatan, petugas kesehatan dan peralatan yang canggih dan mahal dengan majunya perkembangan teknologi saat ini untuk menjalankan prosedur pemeriksaan kesehatan mengakibatkan takutnya masyarakat ataupun yang membutuhkan untuk berobat terutama untuk sosial ekonomi yang rendah atau paspasan. Sementara pelayanan kesehatan yang bersifat pencegahan dengan teknologi yang sederhana masih dibutuhkan, untuk mengurangi kematian.
 Dengan adanya perbedaan biaya kesehatan yang mahal dan murah dibandingkan dengan hasilnya maka menjadi tidak jelas. Penyebab kematian sering tidak begitu jelas tapi ada hubungan dengan yang erat dengan kemiskinan, ketidaktahuan, kurang gizi, lingkungan yang kotor atau berpolusi, pemakaian NAPZA termasuk rokok dan gaya hidup yang tidak sehat sering mempengaruhi kesehatan masyarakat samapai menimbulkan penyakit yang berbahaya dan kematian.
Di Indonesia yang terdiri dari beribu pulau dengan jumlah penduduk yang sangat banyak dengan beraneka ragam budaya, sehingga hal ini penanganan yang terintegrasi. Jumlah penduduk Indonesia masih banyak di pedesaan dan perkotaan yang kurang mendukung dari segi kebersihan dan kesehatan lingkungannya. Masih banyak juga masyarakat kurang mampu menjangkau pelayanan kesehatan karena hambatan geografis dan transportasi sehingga hal ini menyebabkan keterlambatan dalam penotongan. Dengan kemajuan teknologi kedokteran saat ini seharusnya semua masyarakat Indonesia merasakan kemajuan tersebut, tetapi karena keterbatasan biaya dan pemerataan pelayanan maka teknologi tersebut baru dapat dirasakan sebagian kecil saja. Keadaan tersebut di atas merupakan gambaran pembangunan kesehatan di Indonesia, untuk itu sebaiknya kesehatan harus menjadi kebutuhan dasar dan merupakan juga hak azazi manusia dalam mencapai Indonesia Sehat 2010.
 Prinsip ini merupakan visi dari pembangunan kesehatan Indonesia dimana semua masyarakat hendaknya derajat kesehatanya memungkinkan untuk produktif dalam bekerja dan berpartisipasi secara aktif dalam pencegahan dan pemeliharaan kesehatannya. Hal tersebut diatas tidak mungkin dapat dicapai melalui kesehatan saja tetapi juga harus melibatkan semua sektor yang terkait. Misalnya dalam suatu contoh penyakit yang kami ambil adalah TBC, sebelum penyakit TBC timbul menjadi lebih parah sebaiknya kita cegah terlebih dahulu.
Penyebab Penyakit TBC
Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882, sehingga untuk mengenang jasanya bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan, penyakit TBC pada paru-paru kadang disebut sebagai Koch Pulmonum (KP).


Bakteri Mikobakterium tuberkulosa

Cara Penularan Penyakit TBC
Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak (terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti ;
paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain -- lain, meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru.



Saat Mikobakterium tuberkulosa berhasil menginfeksi paru-paru, maka dengan segera akan tumbuh koloni bakteri yang berbentuk globular (bulat). Biasanya melalui serangkaian reaksi imunologis bakteri TBC ini akan berusaha dihambat melalui pembentukan dinding di sekeliling bakteri itu oleh sel-sel paru. Mekanisme pembentukan dinding itu membuat jaringan di sekitarnya menjadi jaringan parut dan bakteri TBC akan menjadi dormant (istirahat). Bentuk-bentuk dormant inilah yang sebenarnya terlihat sebagai tuberkel pada pemeriksaan foto rontgen.
Pada sebagian orang dengan sistem imun yang baik, bentuk ini akan tetap dormant sepanjang hidupnya. Sedangkan pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambah banyak. Tuberkel yang banyak ini membentuk sebuah ruang di dalam paru-paru. Ruang inilah yang nantinya menjadi sumber produksi sputum (dahak). Seseorang yang telah memproduksi sputum dapat diperkirakan sedang mengalami pertumbuhan tuberkel berlebih dan positif terinfeksi TBC.
Meningkatnya penularan infeksi yang telah dilaporkan saat ini, banyak dihubungkan dengan beberapa keadaan, antara lain memburuknya kondisi sosial ekonomi, belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal dan adanya epidemi dari infeksi HIV. Disamping itu daya tahan tubuh yang lemah/menurun, virulensi dan jumlah kuman merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam terjadinya infeksi TBC.
Gejala yang muncul bagi seseorang yang mengidap penyakit TBC adalah :
Mudah mengalami demam dengan demam yang tidak terlalu tinggi dan berlangsung lama. Sering berkeringat pada malam hari. Gampang terkena influenza dan bersifat hilang timbul. Menurunnya nafsu makan dan berat badan.
Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah),Perasaan lemah, lesuh dan tidak enak.
Gejala Khusus Penyakit TBC
Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara “mengi”, suara nafas melemah yang disertai sesak.
 Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan keluhan sakit dada. Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah. Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi, adanya penurunan kesadaran dan kejang-kejang.

Penegakan Diagnosis
Apabila dicurigai seseorang tertular penyakit TBC, maka beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosis adalah:
  • Anamnesa baik terhadap pasien maupun keluarganya.
  • Pemeriksaan fisik.
  • Pemeriksaan laboratorium (darah, dahak, cairan otak).
  • Pemeriksaan patologi anatomi (PA).
  • Uji tuberculin.
  • Rontgen dada (thorax photo).



Pencegahan Penyakit TBC
o    Mencegah penyakit tentunya akan lebih baik daripada mengobati. Dengan menjalankan pola hidup sehat dan menjaga lingkungan yang sehat merupakan kunci agar kita terhindar dari berbagai macam penyakit tak terkecuali dengan penyakit TBC.
o    Untuk itu sangat perlu menjaga lingkungan yang sehat seperti pengaturan syarat-syarat rumah yang sehat diantaranya luas bangunan rumah, ventilasi, pencahayaan dengan jumlah anggota keluarga, kebersihan lingkungan tempat tinggal. Melalui pemberdayaan keluarga sehingga anggota rumah tangga yang lain dapat turut serta dan berperan dalam melakukan pengawasan terhadap si penderita dalam minum obat. Sehingga tingkat kepatuhan penderita dalam minum obat sesuai dengan petunjuk medis.

Langkah-langkah pencegahan untuk meminimalisir penyebaran penyakit TBC  – Tuberkulosis adalah sebagai berikut :

o    Tidak meludah di sembarang tempat upayakan meludah pada tempat yang tarkena sinar matahari atau ditempat khusus seperti tempat sampah.
o    Menutup mulut pada waktu ada orang batuk ataupun bersin
Jemur tempat tidur bekas penderita secara teratur karna kuman TBC akan mati bila terkena sinar matahari
.
o    Jaga kesehatan badan supaya sistem imun senantiasa terjaga dan kuat
o    Meningkatkan daya tahan tubuh dengan makan makanan yang sehat dan bergizi.
o    Hindari melakukan hal-hal yang dapat melemahkan sistem imunitas (sistem kekebalan tubuh), seperti begadang dan kurang istirahat.
o    Jaga jarak aman ketika berhadapan dengan penderita TBC
Olahraga teratur untuk membantu menyehatkan tubuh
Lakukan imunisasi pada bayi termasuk imunisasi untuk mencegah penyakit TBC – Tuberkulosis
.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar